WAKATOBI, Dailynusantara.net – Seekor hiu paus berukuran panjang sekitar 9 meter dengan bobot mencapai 5 ton ditemukan mati setelah terdampar di perairan Wangi-wangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara. Satwa yang dilindungi tersebut tak selamat akibat terjebak di perairan dangkal saat kondisi air laut sedang surut.
Warga setempat yang melihat kejadian itu sempat bergotong-royong mencoba menyelamatkan hiu paus dengan menarik tubuhnya menggunakan tali dan tenaga seadanya menuju tengah laut. Namun, upaya evakuasi secara manual tersebut tidak membuahkan hasil karena kondisi air laut yang terus menyurut dengan cepat.
Sekitar pukul 10.15 WITA, petugas dan warga di lokasi memastikan hiu paus tersebut sudah tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Untuk menghindari pembusukan yang berpotensi mencemari lingkungan sekitar pesisir dan perairan, bangkai satwa dilindungi ini akhirnya dievakuasi dan diangkut menuju daratan.
“Sekitar pukul 10.15 banyak warga yang melihat ada ikan raksasa terdampar di bibir pantai, dan kami berusaha menarik ikannya ke air yang lebih dalam lagi. namun kita kesulitan untuk menyelamatkannya karena bobot ikan yang cukup besar” jelas Sukri warga yang berusaha membantu evakuasi hiu paus.
Peristiwa terdamparnya mamalia laut ini diduga terjadi akibat perubahan kondisi cuaca dan dinamika pasang surut air laut yang cukup ekstrem di wilayah pesisir Wakatobi. Kondisi perairan dangkal yang mendadak surut membuat ruang gerak hiu paus menjadi terbatas hingga akhirnya kesulitan kembali ke perairan yang lebih dalam.
Pihak otoritas terkait imbau masyarakat untuk terus melaporkan jika menemukan kejadian serupa agar proses penyelamatan satwa dilindungi dapat ditangani lebih cepat bersama tim ahli. Sementara itu, prosedur penguburan bangkai hiu paus di darat dilakukan secara cermat guna memastikan sanitasi lingkungan sekitar wilayah pesisir tetap terjaga dari dampak pembusukan.
