JAKARTA, Dailynusantara.net — Pemerintah pusat bergerak cepat memperkuat pasokan logistik dan pelayanan kesehatan darurat bagi masyarakat terdampak gempa bumi M 7,7 yang mengguncang kawasan Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penanganan fokus pada percepatan pengiriman kebutuhan mendasar dan pengoperasian fasilitas medis untuk memastikan tidak ada korban yang terlantar di posko pengungsian.
Untuk memenuhi kebutuhan pangan harian warga, bantuan logistik masif telah mendarat di lokasi bencana. Pemerintah menyalurkan sedikitnya 204,22 ton sembako, 27,71 ton makanan siap saji, dan 10,29 ton air mineral. Selain pasokan pangan, ribuan unit perlengkapan evakuasi seperti tenda pengungsian, matras, selimut hangat, dan perangkat komunikasi darurat juga telah terdistribusi ke titik-titik pengungsian di Kabupaten Nagekeo dan sekitarnya.
Sektor layanan medis turut menjadi fokus utama penanganan bencana ini. Pemerintah mendirikan dan mengoperasikan rumah sakit lapangan darurat di RSUD Aeramo (Nagekeo) dan RSUD Ruteng (Manggarai) untuk menangani pasien cedera, penanganan trauma, hingga tindakan bedah darurat di lokasi.
“Ketersediaan logistik pangan dan respon medis cepat adalah garis pertahanan utama kita dalam tanggap darurat ini. Kita mengerahkan seluruh potensi penanganan medis agar korban luka-luka langsung mendapatkan perawatan profesional,” ujar Presiden Prabowo Subianto saat memimpin peninjauan lapangan di Nagekeo, Rabu (26/8/2026).
Guna menjangkau wilayah pesisir dan memperluas kapasitas perawatan medis intensif, armada kapal rumah sakit laut turut dikerahkan. TNI AL menyiagakan kapal medis KRI Soeharso-990 yang bersandar di Pelabuhan Reo, Manggarai, serta didukung kehadiran RS Kapal Ksatria Airlangga di Teluk Nangalirang, Manggarai Timur. Fasilitas ini siap memberikan perawatan lanjutan dan mendukung penanganan medis darurat secara terapung.
