JAKARTA, Dailynusantara.net — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa kondisi ketahanan energi nasional saat ini berada dalam keadaan aman dan terkendali. Pemerintah memastikan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta Liquified Petroleum Gas (LPG) mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas di tengah tantangan ketidakpastian global.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam agenda konferensi pers resmi yang digelar oleh jajaran Kementerian ESDM di Jakarta. Pemerintah secara konsisten melakukan langkah-langkah mitigasi dan optimalisasi rantai pasok guna mengantisipasi berbagai potensi gangguan energi.
Pemerintah merinci bahwa cadangan nasional untuk BBM bersubsidi, seperti Biosolar dan Pertalite (RON 90), saat ini berada pada kisaran aman 16 hingga 18 hari. Sementara itu, ketersediaan cadangan untuk BBM nonsubsidi serta produk energi lainnya tercatat berada di atas 20 hari—melampaui standar minimum cadangan nasional.
Selain BBM, ketersediaan LPG nasional juga dilaporkan berada pada posisi yang sangat aman dengan rata-rata cadangan di atas 13 hari. Pemerintah melalui koordinasi lintas sektor terus mengoptimalkan pengawasan distribusi agar pasokan energi dapat menjangkau seluruh wilayah secara merata.
Untuk menjaga stabilitas jangka panjang, Kementerian ESDM mempercepat implementasi berbagai program strategis nasional, termasuk penguatan hilirisasi sektor energi serta optimalisasi pemanfaatan Energi Baru dan Terbarukan (EBET). Langkah ini diambil guna memperkuat kedaulatan energi dalam negeri sekaligus menekan ketergantungan terhadap energi fosil impor.
“Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas pasokan dan keterjangkauan harga energi bagi masyarakat, sekaligus memastikan transisi energi berjalan sesuai arah yang tepat demi ketahanan nasional,” ujar Bahlil Lahadalia Menteri ESDM dalam keterangannya saat konfrensi pers.
Melalui langkah proaktif ini, pemerintah berharap stabilitas sektor energi dapat terus terjaga sehingga mampu menopang pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus melindungi daya beli masyarakat di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.




Komentar