Tuesday, 27 October 2026 ☀ Jakarta 30°C · USD/IDR Rp—
TERKINI
● Nasional

Wamenhaj Imbau Jemaah Umrah Gunakan Penerbangan Langsung demi Keamanan dan Ekonomi Nasional

Jemaah umrah diminta untuk mengutamakan penggunaan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi dan menghindari rute transit melalui negara tetangga. Foto Humas Kementrian Haji Dan Umroh.

JAKARTA, Dailynusantara.net — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Republik Indonesia mengeluarkan imbauan tegas bagi seluruh jemaah dan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) di tanah air. Jemaah umrah diminta untuk mengutamakan penggunaan penerbangan langsung (direct flight) menuju Arab Saudi dan menghindari rute transit melalui negara tetangga.

Imbauan ini disampaikan secara langsung oleh Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak di Jakarta pada Senin, 26 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil sebagai langkah antisipatif untuk menjaga keamanan dan kenyamanan perjalanan jemaah di tengah dinamika global.

Meski demikian, Wamenhaj menegaskan bahwa situasi keamanan di kawasan Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, terpantau masih sangat kondusif untuk pelaksanaan ibadah umrah. Berdasarkan koordinasi berkelanjutan dengan Kementerian Luar Negeri, seluruh rangkaian kegiatan peribadatan berjalan normal tanpa hambatan berarti.

Kendati situasi terpantau aman, pihak Kemenhaj tetap menyarankan agar para pelaku bisnis travel tidak mengambil risiko dengan memilih rute transit. Fokus utama saat ini adalah memastikan keselamatan jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

Sebagai tindak lanjut, Kemenhaj telah mengumpulkan berbagai asosiasi PPIU untuk diberikan arahan khusus terkait pemilihan rute penerbangan. Para pelaku usaha travel diminta untuk mengevaluasi kembali penggunaan maskapai dengan jalur transit, khususnya melalui Malaysia dan Singapura.

“Kami kumpulkan asosiasi PPIU untuk menjadi perhatian kepada pelaku bisnis travel. Kami minta kepada asosiasi jangan dulu memilih penerbangan transit seperti ke Malaysia atau Singapura,” ujar Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak, sebagaimana dikutip dari siaran pers resmi Kementerian Haji dan Umrah.

Selain aspek keamanan, langkah pembatasan rute transit ini juga dilatarbelakangi oleh potensi besar dalam memperkuat kedaulatan ekonomi nasional. Tercatat, jumlah jemaah umrah asal Indonesia yang menggunakan penerbangan transit melalui Malaysia dan Singapura mencapai sekitar 70 ribu orang setiap tahunnya.

Potensi pasar yang besar tersebut dinilai dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendongkrak industri penerbangan dalam negeri. Melalui arahan ini, Kemenhaj berharap roda perekonomian nasional dapat berputar lebih kuat dengan mengoptimalkan penggunaan maskapai nasional, seperti Garuda Indonesia dan Lion Air, yang tentunya harus diimbangi dengan peningkatan kualitas pelayanan dan harga yang kompetitif.

Berita Terkait

Komentar

Tulis Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *